Semua ini keinginan hati.
Tegar melawan tapi bukan berhadapan.
Andai bisa sedikit lebih lama,
maka akan tersamar.
Seperti mimpi semalam.
Sang waktu membakar sisa-sisa asa.
Yang terselamatkan hanya secuil kenangan.
Aku dan nafasku masih berharap akan satu kesempatan.
menemukan sisa-sisa, yang terseret arus waktu atau terbang entah kemana.
Seperti mimpi semalam.
Mimpi?
Masihkah aku akan mengerti tentang apa itu mimpi?
5 April 2011
Seperti Mimpi Semalam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar