13 Maret 2011

Laut dan Pantai di kala senja

Ketika Laut ♥ Pantai yang sejatinya tidak terpisahkan. Hanya lelucon.
Apa yang terjadi???

| Laut |
Aku tersiksa oleh lingkungan ku,.
Aku melakukan apa yang sekitarku inginkan.
Ketika Aku memendam egoku terlalu dalam.
Kau menyebutnya rahasia.
Rahasia siapa?

Ombak ini, riak ini,
Mereka yang kucinta dan mereka yang membenci,
Apa kalian tahu apa yang aku mau?
Aku bahkan tidak tahu, rahasia kedalamanku sendiri.

| Pantai |
Sekalipun, Kau sering kali menerpa bahkan sesekali menghantam,. KERAS.
Akibat angin atau bahkan badai yang menghembuskan emosinya.
Aku tetap diam meskipun desiran ombakmu perlahan mengikis bagian dari diriku
Kita tetap bersama, bukan !? Kita ditakdirkan bersama, bukan !?
Aku hanyalah sekumpulan butiran pasir.
Aku tak kan habis terkikis.
Aku sadar dan sangat mengerti, ketika Kau perlahan mengikis itu bukan inginmu.
Aku sadar dan sangat mengerti, jika bukan Aku kemana lagi Kau akan mengikis.
Lalu apakah Aku pernah keluhkan apa yang kau beri.
Sisa-sisa sampah,
Puing-puing perahu nelayan atau kapal perang,
Atau bahkan penghuni kedalaman misterimu yang terdampar.
Yang tergeletak sekarat bahkan beberapa MATI.
Aku masih disini untukmu,.
Aku ditakdirkan untukmu.

Angin tidak datang malam ini,.
Dibawah purnama dan jutaan bintang mereka sedikit bernafas lega.
Tak peduli apa yang akan terjadi esok hari,
atau nanti, atau sedetik setelah ini.
Tenang, nyaman, dan damai.
Meski Pantai tak pernah tak diam.
Meski Laut hening dengan rahasia dibalik rahasianya.




| Laut |
Aku membenci takdirku bersamamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar